Minggu, 24 Oktober 2010

New Media (part 2)

Hmmm....
Teman-teman pasti bertanya-tanya dalam hati, kenapa ada New Media part 2...
Jadi begini, kalau di tulisan yang lalu, Saya hanya membahas pengertian dan contoh dari new media. Kalau sekarang, yang dibahas adalah sisi positif dan negatifnya dari new media.


Setiap hari, teknologi terus berkembang. Dulu, mungkin teknologi berkembang dengan waktu yang cukup lama. bisa dari tahun ke tahun, bulan ke bulan. Zaman sekarang, hampir setiap hari teknologi baru bermunculan. dari teknologi itulah muncul new media, Seperti : web, blog, online social network, koran digital, e-book, dll. Kita ambil contoh misalnya koran digital, seperti yang dibahas edisi sebelumnya. Koran digital memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah setiap orang dapat mengakses koran digital dari mana saja, seperti Handphone, Smartphone, Notebook, Netbook, PC Desktop, dll. Baik dalam perjalanan ataupun sedang outbond, user dapat mengakses koran digital tanpa harus repot-repot mencari loper koran. Dengan catatan, perangkat yang digunakan dapat terhubung dengan internet. Kita dapat mengetahui berita terbaru tanpa harus menunggu hari berikutnya. Dan, berita yang ditampilkan sesuai dengan permintaan pada kolom search. Selain itu juga, koran digital dapat menghemat kertas.
Itu sekilas dari sisi positif. Sekarang kita masuk ke sisi negatifnya. Agak bingung juga mau nulis sisi negatifnya koran digital. masalahnya, Saya belum pernah menemukan sisi negatif dari koran digital. Kalaupun teman-teman pernah mendengar bahwa Koran Digital akan menggantikan koran konvensional, Saya pikir itu hanya kabar burung (mungkin untuk saat ini...). Karena, tidak semua orang memiliki Handphone yang memiliki fasilitas internet. Kalaupun ada, hanya sebagian kecil yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
Sebagai contoh, banyak orang yang memiliki Smartphone **. Paling hebat, fasilitas internetnya dipakai untuk buka Facebook, Twitter, dan sejenisnya. Hanya segelintir orang yang menggunakan untuk membuka koran digital, dengan alasan layarnya terlalu kecil.
hal ini sudah membuktikan bahwa, koran konvensional belum bisa digantikan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar